Rabu, 04 September 2019

Temu Bisnis Program Baru Jabar “One Pesantren One Product”


Acara kegiatan Temu Bisnis One Pesantren One Product ini dilaksanakan dua hari yaitu pada tanggal 2-3 September 2019 kemarin dan acara ini diselenggarakan di Hotel The Trans Luxury Bandung dan Hotel Ibis TSM.Sejumlah 1074 peserta perwakilan dari masing-masing pesantren datang menghadiri acara ini.Peserta yang datang hari ini merupakan peserta yang telah mendaftar dan juga lolos dalam tingkat kecamatan se-Jawa Barat.Antusiasme para peserta pun sudah terlihat sejak hari pertama acara ini dimulai.

One Pesantren One Product (OPOP) merupakan salah satu dari 17 program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat masa jabatan 2018-2023 yang disebut program "Pesantren Juara".Program ini dilandasi payung hukum Pergub Nomor 24 Tahun 2019 Tentang One Pesantren One Product.

Latar belakang diadakannya program ini karena sebagian besar pesantren di Jawa Barat belum mampu mandiri secara ekonomi untuk membiayai kebutuhan operasional maupun pengembangan sarana dan prasarana pesantren.Oleh karena itu Program OPOP bertujuan untuk menciptakan, mengembangkan, dan memasarkan produk yang dihasilkan oleh setiap pesantren di Daerah Provinsi yang dapat mewujudkan kemandirian pesantren.

Program unggulan “Pesantren Juara” yaitu One Pesantren One Product ini sendiri dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil melalui UPTD Pendidikan Pelatihan Perkoperasian dan Wirausaha Provinsi Jawa Barat, dengan tahapan kegiatan meliputi; Pelatihan dan Magang, Pendampingan Usaha, Temu Usaha, Lomba Produk Unggulan Pesantren dan Pameran OPOP.

Program ini pun dimaksudkan untuk mewujudkan upaya pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan umat di lingkungan Pesantren dalam menumbuh-kembangkan ekonomi Pesantren.Adapun tujuan OPOP itu sendiri yaitu:
·         Peningkatan nilai Indeks Pembangunan Manusia (Daya Beli)
·         Tercapainya SDGs No. 8 (Decent Work and Economic Growth)
·         Mewujudkan pesantren yang mempunyai usaha yang mandiri, berkelanjutan dalam jangka panjang, menghasilkan manfaat ekonomi bagi Pesantren dan lingkungan masyarakat;
·         Menumbuhkembangkan kewirausahaan di lingkungan Pesantren.
·         Mengembangkan kolaborasi melalui kegiatan antar usaha Pesantren dan antara usaha Pesantren dengan badan usaha lainnya.


Program OPOP ini sendiri akan berjalan untuk 5 tahun ke depan (2018-2019) dan setiap tahunnya ditargetkan 1000 pondok pesantren mengikuti kegiatan OPOP, sehingga akan tercapai 5000 pondok pesantren yang akan tercatat untuk mengikuti program kegiatan ini.

Temu Bisnis One Pesantren One Product

Sebelum ke tahap Temu Bisnis ini, adapun rangkaian tahap sebelumnya yang telah diikuti oleh para peserta diantaranya:
1.       Sosialisasi ke tiap pesantren di Jawa Barat melalui media elektronik, flyer, poster, spanduk dan baligho informasi program OPOP
2.       Pendaftaran secara online di website OPOP Jabar melalui https://opop.jabarprov.go.id dan tercatat sebanyak kurang lebih 1565 ponpes yang mendaftar
3.       Seleksi Administrasi, dari 1565 pesantren tersebut dilakukan penyaringan dengan seleksi administrasi kelengkapan data persyaratan dan terjaringlah 1338 pesantren yang dinilai lengkap persyaratan administrasi dan lolos ke tahap selanjutnya
4.       Seleksi Audisi OPOP Tahap 1 (Menentukan Juara Tingkat Kecamatan), dari 1338 pesantren yang diundang untuk mengikuti seleksi audisi tahap 1, sebanyak 1287 pesantren hadir mengikuti seleksi audisi yang dilakukan di tiap 27 kab/kota se jawa barat dan dari 1287 pesantren yang hadir ikut seleksi audisi, terjaring 1074 pesantren yang berhak melaju lolos ke tahap selanjutnya
5.       Temu Bisnis (Jejaring Usaha OPOP).

Temu bisnis dimaksud mempertemukan antara pihak Pondok Pesantren dengan para pengusaha dan brand-brand terkenal tanah air dalam menciptakan iklim kolaborasi usaha. Brand-brand tersebut antara lain; ShafCo, TransMart, Aprindo, Pegadaian, Bio Farma, Tokopedia, Gakopsyah, Kadin, Best Brand, Yogya,Belibu, Ran, PT. Inti, BJB Sy, BukaLapak, Asephi, Sindangreret, Ampera, Hisana, Inagri, Superindo, Pindad,Kunafe, Floating Market, BNI Sy, Kartika sari, Angkasa Pura, ICSB, Amanda, Chocodot, Primarasa, Asabri,Blibli, GDAS, Len dan Telkom.



1074 pesantren yang telah lolos akan mendapatkan hadiah dari Pemprov Jabar melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil UPTDPendidikan dan Pelatihan Perkoperasian dan Wirausaha Provinsi Jawa Barat, berupa:
·         Temu Bisnis
·         Pelatihan dan Pemagangan selama 8 hari
·         Bantuan penguatan modal usaha sekitar 25-30 juta rupiah
·         Pendampingan usaha
·         Promosi produk (Pameran, dll).

Pada acara Temu Bisnis ini juga dilakukan penandatanganan MOU (surat kerja sama) antara pengusaha, pesantren dan Gubernur serta Wakil Gubernur Jabar, juga pemberian penghargaan dan hadiah serta penguatan modal usaha secara simbolis kepada perwakilan kecamatan di kabupaten/kota peserta OPOP 2019.




Tahap selanjutnya Pondok Pesantren akan di kompetisikan dalam seleksi audisi tahap 2 yang akan menghasilkan 108 Pondok Pesantren dengan produk terbaik tingkat Kabupaten/Kota dan kemudian dikompetisikan kembali dan akan menghasilkan 10 Pondok Pesantren dengan kategori produk terbaik tingkat Provinsi.

Tidak ada persyaratan khusus bagi para peserta untuk bisa mengikuti kegiatan OPOP ini, baik yang sudah memiliki bisnis ataupun yang masih start-up semuanya bisa mengikuti program ini karena program ini bersifat kompetisi.Yang terpenting calon peserta OPOP adalah pesantren atau kopontren yang memiliki visi dan niat sungguh-sungguh untuk menjalankan usaha, memiliki SDM yang memadai, memiliki potensi usaha seperti ketersediaan bahan baku, kreativitas, potensi pasar, dan lain-lain.Dan setiap pesantren masing-masing akan diwakili oleh 2 orang perwakilan peserta.

Kegiatan OPOP ini akan dilaksanakan 1 tahun penuh, sehingga untuk selanjutnya akan diadakan OPOP gelombang kedua yang akan dimulai dengan tahap pendaftaran sekitar bulan Februari 2020 nanti.Menurut  Kadis Pemprov Jabar, pemerintahan Jabar menargetkan sebanyak 4000 pesantren untuk bisa ikut serta kegiatan program OPOP ini di tahun mendatang, mengingat jumlah pesantren khususnya Jawa Barat ada 9000 pesantren yang telah terdaftar.
 
Bersama Pak Kadis Pemprov dan teman-teman Blogger Bandung
More Info:
Instagram: @opopjabar @p3wjabar
Facebook: OPOPJabar 
Twitter: @opopjabar 



22 komentar:

  1. Keren nich program OPOP, semoga berjalan lancar dan sukses

    BalasHapus
  2. Saya senang membayangkan para santri ini akan berproduksi dan menjual produk-produknya di Kartika Sari atau di Tokopedia. Itu akan membuat umat Islam menjadi lebih bermartabat dan berjiwa mandiri alih-alih mengeluh miskin. :)

    BalasHapus
  3. Wah seru banget yaa.. seneng ada program kaya gini.. semoga program nya bisa berjalan lancar ya

    BalasHapus
  4. Wah formal sekali ya kak bahasanya hehe keren banget ini programnya jadi di pesantren tidak hanya belajar ilmu agama ya tapi juga mahir berbisnis setelah lulus dari pesantren, keren

    BalasHapus
  5. Ini tuh bagus banget ya programnya, selalu deh Jabar membuat gebrakan yang keren. Semoga program ini terus berjalan ya mbak dan membuat semangat seluruh pesantren yang ada disini.

    BalasHapus
  6. Programnya keren yah ini mudah2an berkah dan banyak pesantren yang ikutan juga.

    BalasHapus
  7. programnya keren ya mba, banyak pengetahuan juga yang nantinya didapat dari pelatihan yang dilaksanakan dapat bantuan modal usaha pula.

    BalasHapus
  8. aku pernah denger program One Pesantren One Product (OPOP) tapi belum mengerti apa sih itu sebenarnya, baru mengerti setelah membaca postingan ini :)

    BalasHapus
  9. Wah seru nih kapan ya di daerahku juga ada program seperti ini kebetulan aku juga ngajar di sebuah pesantren soalnya

    BalasHapus
  10. Jumlah pesantren di Jawa Barat banyak banget ya sampai 9000 gitu. Pastinya dengan adanya program OPOP akan sangat membantu yaa :)

    BalasHapus
  11. Keren ya program ini. Dan hebat juga, pesantren kini gak hanya fokus ke pendidikan agama saja. Tapi juga menyiapkan santri untuk mandiri dengan berbisnis. 👌

    BalasHapus
  12. Ketika tau akan ada program OPOP ini yang langsung turun adalah para santri-santri dari pesantren, maka aku makin yakin kalo berjalannya program ini untuk menjadikan para santri lebih mandiri dan berkembang juga produknya

    BalasHapus
  13. Kang Emil meni gagah gitu ya wkwk salah fokus XD Semoga dengan kerjasama ini, pesantren bisa makin berkembang dan Jabar semakin juaraaa

    BalasHapus
  14. Semoga program ini gak hanya di Jawa Barat yaa...tapi tersebar ke seluruh pesantren di seluruh Indonesia.
    Karena inginnya para santri ini juga mandiri dari segi finansial.

    BalasHapus
  15. Wah keren nih program OPOP semoga berjalan lancar dan kedepannya bisa merambah ke kota-kota lainnya ❤

    BalasHapus
  16. Banyak sekali santri-santri yang sudah sukses tidak hanya menjadi ulama tapi juga pengusaha bahkan ada designer ternama

    BalasHapus
  17. Programnya baru ya mba, bagus banget ini programnnya semoga bisa semakin maju kedepannya

    BalasHapus
  18. Waaah sampai segininya y sekarang support untuk pesantren. Jadi ngga perlu khwatir kalo mau menyekolahkan anak kesana sekarang. Karena wawasan enterprenuernya juga terasah.

    BalasHapus
  19. Luar biasa nih perhatian pemerintah terhadap peningkatan kemampuan para santri. Semoga dengan program ini, para santri makin teredukasi seputar kemampuan enterpreneurship sejak dini.

    BalasHapus
  20. sungguh keren ini programnya, jadi pesantren jujga punya produk sendiri yang bisa dijadikan ladang bisnis yang bisa ngebantu biaya biaya kebutuhan pesantren apalagi smua udah di rencanakan dengan baik sampai ke bag pemasarannnya juga

    BalasHapus
  21. good post 😊 would you like to follow each other? if the answer is yes, please follow me on my blog & i'll follow you back. https://camdandusler.blogspot.com

    BalasHapus